
Trailer
Ikhtisar
- Status
- Rilis 2026
- Durasi
- 13 menit
- Format
- 16:9
- Genre
- Horor fiksi · kerusuhan 1998 dan penghapusan sejarah
- Bahasa
- Bahasa Indonesia
- Sutradara
- Mahatma Putra
- Produser
- Muttaqiena Imaamaa
- Penulis skenario
- Muttaqiena Imaamaa & Frederica Nancy
- Rumah produksi
- Anatman Films
- Lokasi
- Jakarta, Indonesia
Sinopsis
Key, seorang karyawan masa percobaan di sebuah rumah produksi, diminta oleh atasannya untuk menghapus objek-objek dari rekaman video—orang misterius yang berdiri di belakang seorang "pakar sejarah" yang hendak berargumen tentang tragedi 1998.
KEY bingung sekaligus was-was dengan kehadiran sosok itu. Ia mencoba menghapus, tetapi berulang kali gagal. Ia mengalami peristiwa yang terus menerus membuatnya gusar, tetapi atasannya terus meyakinkannya untuk menyelesaikan pekerjaan itu.
Meskipun ketakutan, Key kembali ke ruang penyuntingan dan akhirnya berhasil menghapus sosok misterius itu dari video. Ketika Key melirik ke samping, sosok itu muncul dengan wajah yang mirip dengan wajahnya sendiri.

Mahatma Putra
Catatan sutradara
Kegelisahanku ini terwujud lewat sebuah film cerita horor low-budget pertamaku. Tentang bagaimana sebuah rezim merasa berhak untuk menguasai segalanya -bukan hanya untuk mengeruk sumber daya dan berdiri di atas hukum- bahkan sejarah pun ingin ditulis ulang.
Negara sebagai kekasih rakyatnya sudah mengambil segalanya. Elite yang menang, kita tinggal terima saja semua bencana. Teriakan-teriakan sunyi itu hanya muncul dalam bentuk memori horor yang terlupakan. Salah satunya lewat film ini.
Setting tahun, latar, dan karakter disiapkan sedemikian rupa untuk menampilkan alternatif pemahaman akan kerusuhan 98, sekaligus sebagai kritik terhadap cara-cara menarasikan peristiwa ini.
Salah satu treatment-nya, “Kita semua korban, kita semua pelaku,” menjadi narasi utama film Hapus , mengingatkan kita bahwa kini, tragedi 98 bukan hanya mengakar pada peristiwanya. Sejarah tak jarang dipelintir, dihapus, dilupakan, tapi sampai membentuk pola pikir generasi-generasi baru.
Film ini menceritakan tentang hantu sejarah yang akan datang kepada mereka para pelaku modifikasi dan penghapusan sejarah. Hantu-hantu ini pun hidup dalam diri kita masing-masing, dalam memori kita masing-masing, memori kolektif kita bersama. Tidak ada yang terpisah antara hantu, yaitu kita semua yang mejadi korban, dan kita semua semua yang juga jadi skrup dalam mesin pelaku penghapusan sejarah.
Upaya penghapusan dan modifikasi sejarah Orwelian dalam 1984 rupanya sedang benar-benar sedang terjadi. Terutama dari statement viral Menteri Kebudayaan kita dalam melihat sejarah 1998. Kita bisa menjadi pelaku, atau bisa menjadi orang yang berani angkat bicara terhadap upaya penghapusan sejarah yang sedang terjadi.
— Mahatma Putra
Hapus
Poster film

Hapus
Karakter

Key
Alya Syahrani
Key, karyawan baru dengan posisi probasi yang bersemangat untuk mendapatkan posisi tetap. Sebagai lulusan baru yang tinggal jauh dari rumah, ia bersedia melakukan apa pun demi mencapai stabilitas keuangan agar bisa hidup di Jakarta. Key sebenarnya santai dan cuek. Secara emosional, Key cenderung berjarak dengan cerita-cerita di balik pekerjaan yang ia lakoni, termasuk kekerasan dan pemerkosaan massal 98. Baginya, peristiwa itu masih dipahami sejauh "kata orang", tapi dalam dirinya ada semacam kebingungan. Seiring tugas itu dikerjakan Key, masa lalu itu terus membangunkannya, membuatnya gusar akan topik yang tak pernah disinggungnya, termasuk kekhawatiran bahwa mungkin saja “pemerkosaan massal” itu dapat terjadi juga padanya.

Unggul
Kiki Narendra
Seorang ahli sejarah bayaran “milik pemerintah”, 40 tahun. Di luar ia terlihat sangat berwibawa, ciri khas seorang intelek netral. Padahal, di balik itu, ia adalah seorang mantan preman yang disekolahkan penguasa hingga kemudian menjadi tangan kanan diam-diam pemerintah. Tugasnya adalah menjadi ahli sejarah yang piawai menghadapi masalah publik. Dalam banyak hal, ia adalah tokoh yang dikenal cakap, tapi ada satu suara masyarakat yang tak boleh ia dukung; kebenaran yang dicari masyarakat itu sendiri.
Muttaqiena Imaamaa
Catatan produser
Di balik gemerlap dan ambisi modernitas Indonesia, terkubur banyak peristiwa penting yang sebenarnya menentukan identitas bangsa hari ini. Terang dan gelapnya cerita bangsa ini turut membentuk alasan dan arah tiap keputusan kita sebagai masyarakat maupun individu. Tragedi kerusuhan 1998 salah satunya.
Sayang, penerima tongkat penunjuk arah bangsa justru menganggap fakta gelap bangsa itu tidak pernah ada.
Maka film Hapus menjadi cara kami menunjukkan bahwa suatu ketiadaan tetap punya rasa dan akar. Kami coba membangun cermin bangsa pasca tragedi, termasuk keterhubungannya dengan dinamika modernitas. Ia menjadi suara dari bagian hidup 27 tahun bangsa yang selalu dipandang acuh tak acuh. Lebih lanjut, film ini turut menjadi upaya membangun kesadaran tentang dampak dari hilangnya sejarah itu.
Kami berharap semoga pemilihan treatment film horor ini dapat dinikmati dan diterima masyarakat luas. Kami yakin sejarah kelam yang ada di belakang kita baiknya diterima apa adanya sebagai pembelajaran agar tidak terjadi lagi di masa depan.
Hapus
Lokasi: kantor rumah produksi




Hapus
Tim produksi & kredit
Starring
- Alya Syahrani
- Kiki Narendra
Directed by
- Mahatma Putra
Produced by
- Muttaqiena Imaamaa
Written by
- Muttaqiena Imaamaa
- Frederica Nancy
Assistant Producer
- Frederica Nancy
Line Producer
- Anggita Panji Nayantaka
1st AD
- Lidwina Audrey
Director of Photography
- Abrian Maulana Azmi
- Mahatma Putra
Camera Assistant
- Sigit Tri Handaya
Lighting
- Zul Fahmi
- Ijal
Sound
- Hari Kurnia
- Naufal Muflih Hutomo
Sound Report
- Ina Dores
Script Continuity
- Zain Aura Al-Zahir
Clapper
- Gloria Debby Yemima
Casting & Talent Coordinator
- Frederica Nancy
Special Make-up Artist
- Priscilla Mathilda
Art Team
- Rafi Mihram
- Labib Maulana
Location Manager
- Ferdinand Louise
Craft
- Risma Wahyuni
- Didi Rosadi
Extra
- Irna
Post Producer
- Dominique Renee Makalew
Offline Editors
- Amara Wijaya
- Putu Nanda
- Bunga Salsabila
- Fahrizal Mochammad
- Mahatma Putra
Online Editor & Colorist
- Fahrizal Mochammad
Music Composer
- Ina Dores
SFX & Audio Engineer
- Hari Kurnia
Graphic Designer
- Zain Aura Al-Zahir
Subtitles
- Dominique Renee Makalew
- Bunga Salsabila
Production
- Anatman Films
